UMKM Didorong Kuasai Pasar Fashion Dalam Negeri

0 Comments

Perkembangan dunia bisnis saat ini sangat terbuka. Hal ini tercermin dari semakin banyaknya produk dari luar negeri yang membanjiri pasar lokal. Hal ini membuat persaingan semakin ketat dan ketat.

Kondisi serupa juga terjadi di dunia fashion, di mana banyak produk impor yang membanjiri pasar. Produk lokal seringkali kesulitan untuk menonjolkan diri.

Andre Kokois dan Catherine Bunardi, pasangan, melihat situasi ini dan merasa terdorong untuk melakukan sesuatu untuk meningkatkan apresiasi terhadap produk lokal.

Melalui bendera PT Mitra Fesyen Global, mereka mendirikan bisnis grosir fashion, membuat Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk menghasilkan produk fashion sendiri dan raja nilai sendiri.

“Saya mengapresiasi produk apple-to-apple kita lebih bagus dan murah dibandingkan produk luar negeri,” kata Andre dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Sabtu (21/8/2021).

Andre menjelaskan, dirinya sudah terbiasa dengan bisnis fashion. Itu karena orang tuanya memiliki toko kain di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Saya ikut belajar bisnis dengan jalan-jalan dan berjualan kain yang saya tawarkan kepada pemilik konveksi di toko milik orang tua saya,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, Andre mulai mengumpulkan modal untuk memulai usahanya sendiri di bidang fashion melalui brand My Fashion Wholesale.

Saat ini, My Fashion Wholesale memiliki 500 karyawan dan 30 tim penjualan. Selain itu, My Fashion Wholesale memiliki reseller hingga 5.000 karyawan yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM lokal dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” jelasnya.

Andre mengaku masih optimistis baju produksi My Fashion Wholesale akan diminati konsumen. Pakaian juga merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia.

Jika ada pengusaha fesyen yang merasa bisnisnya sedang lesu di tengah pandemi, mungkin karena menjual pakaian impor, dengan decoder impor tidak langsung yang paling banyak adalah papan lantai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.